Sejarah Teh, Kaisar China Tak Sengaja Temukan Daun T「U.S. legal online casinos」eh

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Lotre belanja online

U.S. legal online casinostahun 350 Masehi, teh U.S. legal online casinosdirujuU.S. legal online casinosk dalam kamus China untuk pertama kalinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Teh kemudian menyebar tidak hanya di China, melainkan hingga ke Jepang dan Korea. Kala itu orang minum teh untuk merasakan manfaat yang ada pada daun teh tersebut.

Melansir China Travel, teh pertama kali ditemukan secara tidak sengaja sekitar 5.000 tahun atau tahun 2737 Sebelum Masehi.

China adalah negara pertama yang menemukan teh di dunia. Awalnya, teh digunakan sebagai obat untuk membuat orang tetap terjaga.

Saat itu daun teh hijau jatuh ke dalam cangkir air panas milik Kaisar China, Shen Nong. Kaisar pun memutuskan untuk meminumnya, setelah itu ia menyukai teh tersebut.

Pada zaman dahulu juga sejak Sebelum Masehi, terdapat buku tentang teh. Di Jepang, pada abad ke-12 terdapat buku yang membahas tentang manfaat teh untuk kesehatan.

Shutterstock/Nishasharma

Ilustrasi teh daun jambu

“Awal teh pertama kali dikenal di Cina lebih dari 5000 tahun lalu, kemudian dibawa ke Jepang, Korea, baru menyebar hingga sampai ke Indonesia,” kata Founder of Indonesian Tea Institute dan pakar teh Ratna Somantri dalam Live Instagram “Ngoenyah (Ngobrol Renyah)” bersama Instagram @my.foodplace, Senin (9/8/2021).

KOMPAS.com- Teh hadir sejak ribuan tahun lalu dan terus mengalami perkembangan di berbagai negara.

Baca juga: Jangan Asal Minum Teh, Kualitas Daun Teh Berpengaruh pada Kesehatan

Di negara tersebut, teh juga berkembang ke masing-masing daerah yang membuat teh hingga kini menjadi populer.

Baca juga: Cara Simpan Teh yang Benar, Bisa Awet sampai 2 Tahun

Baca juga: 4 Cara Pilih Daun Teh Berkualitas Tinggi dengan Lihat, Cium, dan Rasakan

Baca juga: Resep Teh Cold Brew Jeruk Nanas, Minuman Dingin yang Segar

Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah teh sehingga menjadi populer hingga kini?